Apakah virus itu?
Gambar Struktur Virus
Seringkali kita mendengar banyak orang mengatakan tantang Virus.
Tapi tahukah anda kalau Virus berasal dari kata Latin yang artinya racun?
Nah kita pasti akan bertanya apakah Virus itu makhluk hidup or benda tak hidup?
Mengenai hal ini Ada 3 pendapat tentang Virus yaitu:
1. Pendapat yang mengatakan bahwa virus merupakan makhluk hidup. Karena dapat berepruduksi
2. Pendapat yang mengatakan bahwa virus merupakan benda tak hidup. Karena dapat mengkristal
3. Pendapat yang mengatakan bahwa virus merupakan makhluk peralihan.
Jika kita membaca keterangan diatas jadi kepingin tahu deh sebenernya kapan virus pertama kali ditemukan?
Sejarah Penemuan Virus
D. Iwanowsky (1892) dan M. Beyerinck (1899) adalah ilmuwan yang menemukan virus, sewaktu keduanya meneliti penyakit mozaik daun tembakau.
Kemudian W.M. Stanley (1935) seorang ilmuwan Amerika berhasil mengkristal- kan virus penyebab penyakit mozaik daun tembakau (virus TVM)
Struktur Tubuh Virus
Tubuh Virus masih belum dapat dikatakan sebagai sel.
Tubuh Virus tersusun dari selubung (kapsid) berupa protein pada bagian luar dan asam nukleat (ARN & ADN) pada bagian dalamnya. Berdasarkan asam nukleat yang ada pada virus, maka kita mengenal virus dalam dua jenis yaitu: ADN dan virus ARN. Virus hanya dapat berkembang biak (bereplikasi) pada medium yang hidup (embrio, jaringan hewan, jaringan tumbuhan).
Bahan-bahan yang diperlukan untuk membentuk bagian tubuh virus baru, berasal dari sitoplasma sel yang diinfeksi.
Bagaimana virus berkembang biak?
Virus berkembang biak dengan cara :
- Menempel pada sel inang
- Memasukan DNA ke dalam sel inang
- Mengambil alih sintesa protein
- Merakit tubuh virus yang baru
- Keluar dari tubuh/sel inang.
Klasifikasi Virus
Virus dapat diklasifikasi menurut tropisme, morfologi, cara penyebaran dan genomik fungsional.
1. Klasifikasi virus berdasarkan morfologi
Berdasarkan morfologi, virus dibagi berdasarkan jenis asam nukleat dan juga protein membran terluarnya (envelope) menjadi 4 kelompok, yaitu :
- Virus DNA
- Virus RNA
- Virus berselubung
- Virus non-selubung
2. Klasifikasi virus berdasarkan tropisme dan cara penyebaran
Berdasarkan tropisme dan cara penyebaran, virus dibagi menjadi:
- Virus Enterik
- Virus Respirasi
- Arbovirus
- Virus onkogenik
- Hepatitis virus
3. Klasifikasi virus berdasarkan genomik fungsional
Berdasarkan genomik fungsional Virus di klasifikan menjadi 7 kelompok berdasarkan alur fungsi genomnya. Klasifikasi ini disebut juga klasifikasi Baltimore yaitu:
- Virus Tipe I = DNA Utas Ganda
- Virus Tipe II = DNA Utas Tunggal
- Virus Tipe III = RNA Utas Ganda
- Virus Tipe IV = RNA Utas Tunggal (+)
- Virus Tipe V = RNA Utas Tunggal (-)
- Virus Tipe VI = RNA Utas Tunggal (+) dengan DNA perantara
- Virus Tipe VII = DNA Utas Ganda dengan RNA perantara
Berikut ini contoh nama nama Virus yang ada :
- Rota Virus
- Virus RNA
- Virus Retroviridae
- Orthomoxoviridae
- Arbovirus
- Virus DNA
- Herpesviridae
- Parvoviridae
- Poxviridae
C. CIRI-CIRI
VIRUS
Virus
mernpunyai ciri-ciri vang tidak dimiliki oleh organisme lain. Virus hanya
dapat berkembang biak di sel-sel hidup lain (sifat virus parasit obligat)
karenanva, Virus dapat dibiakkan pada telur ayam yang berisi embrio hidup.
Untuk bereproduksi virus hanya mernerlukan asam nukleat saja. Ciri lainnya,
virus tidak dapat bergerak maupun melakukan aktivitas metabolisme sendiri.
Selain itu virus tidak dapat membelah diri. Virus tidak dapat diendapkan dengan
sentrifugasi biasa, tetapi dapat dikristalkan.
Struktur
Virus
1. virus
bersifat aseluler (tidak mempunyai sel)
2. Virus
berukuran amat kecil , jauh lebih kecil dari bakteri, yakni berkisar antara 20
mµ - 300mµ (1 mikron = 1000 milimikron). untuk mengamatinya diperlukan
mikroskop elektron yang pembesarannya dapat mencapai 50.000 X.
3. Virus
hanya memiliki salah satu macam asam nukleat (RNA atau DNA)
4. Virus
umumnya berupa semacam hablur (kristal) dan bentuknya sangat bervariasi. Ada
yang berbentuk oval , memanjang, silindris, kotak dan kebanyakan berbentuk
seperti kecebong dengan "kepala" oval dan "ekor" silindris.
5. Tubuh
virus terdiri atas: kepala , kulit (selubung atau kapsid), isi tubuh, dan
serabut ekor. Gambar dan Penjelasannya sebagai berikut:
a) Kepala
Kepala virus
berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid.
b) Kapsid
Kapsid
adalah selubung yang berupa protein, Kapsid terdiri atas bagian - bagian yang
disebut kapsomer, misalnya,kapsid pada TMV dapat terdiri atas satu rantai
polipeptida yang tersusun atas 2.100 kapsomer. Kapsid juga dapat terdiri dari
protein - protein monomer identik, yang masing - masing terdiri dari rantai
polipeptida.
c) Isi tubuh
isi tubuh
yang kering disebut virion adalah bahan genetik yakni asam nukleat (DNA atau
RNA), contohnya sebagai berikut:
1) Virus
yang isi tubuhnya RNA dan bentuknya menyerupai kubus antara lain, virus
polyomyelitis, virus radang mulut dan kuku, dan virus influenza.
2) Virus
yang isi tubuhnya RNA, protein, lipida, dan polisakarida, contohnya para
mixovirus.
3) Virus
yang isi tubuhnya terdiri atas RNA, protein dan banyak lipida, contohnya virus
cacar.
d) Ekor
Ekor virus
merupakan alat penancap ketubuh organisme yang diserangnya. Ekor virus terdiri
atas tabung bersumbat yang dilengkapi benang / serabut.
pada virus
dijumpai asam nukleat yang diselubungi kapsid , disebut nukleokapsid , ada dua
macam :
a)
Nukleokapsid yang telanjang, misalnya TMV, Adenovirus, dan virus kutil (warzer
virus).
b)
Nukleokapsid yang diselubungi suatu membran pembungkus, misalnya pada virus
influenza dan virus herpes.
E. REPRODUKSI
VIRUS
Reproduksi
virus secara umum terbagi menjadi 2 yaitu siklus litik dan siklus lisogenik
Proses-proses
pada siklus litik
Siklus litik
dianggap sebagai cara reproduksi virus yang utama karena menyangkut
penghancuran sel inangnya. Siklus litik, secara umum mempunyai tiga tahap yaitu
adsorbsi & penetrasi, replikasi (biosintesis) dan lisis. Setiap siklus
litik dalam prosesnya membutuhkan waktu dari 10-60 menit
Gambar
siklus litik (dimulai dari kanan bawah ke kiri):
1.
Adsorbsi & penetrasi
Tahap
adsorbsi yaitu penempelan virus pada inang. Virus mempunyai reseptor protein
untuk menempel pada inang spesifik
2. Replikasi
(biosintesis)
Setelah
menempel, virus kemudian melubangi membran sel inang dengan enzim
lisozim. Setelah berlubang, virus akan menyuntikkan DNA virusnya kedalam
sitoplasma sel inang untuk selanjutnya bergabung dengan DNA sel inang
tersebut..
Molekul-molekul
protein (DNA) yang telah terbentuk kemudian diselubungi oleh kapsid, kapsid
dibuat dari protein sel inang dan berfungsi untuk memberi bentuk tubuh virus.
3. Lisis
Tahap lisis
terjadi ketika virus-virus yang dibuat dalam sel telah matang. Ratusan
virus-virus kemudian akan berkumpul pada membran sel dan menyuntikkan enzim
lisosom yang menghancurkan membran sel dan menyediakan jalan keluar untuk
virus-virus baru. Sel yang membrannya hancur itu akhirnya akan mati dan
virus-virus yang bebas akan menginvasi sel-sel lain dan siklus akan berulang
kembali.
Proses-proses
pada siklus lisogenik
Tahapan
dari siklus hampir sama dengan siklus litik, perbedaannya yaitu sel inangnya
tidak hancur (mati) tetapi disisipi oleh asam nukleat dari virus. Tahap
penyisipan tersebut kemudian membentuk provirus (dimana materi genetik virus
dan sel inang bergabung).
Siklus
lisogenik secara umum mempunyai tiga tahap, yaitu adsorpsi dan penetrasi,
penyisipan gen virus dan pembelahan sel inang.
Tahap siklus
1.Adsorpsi
dan penetrasi
Virus
menempel pada permukaan sel inang dengan reseptor protein yang spesifik lalu
menghancurkan membran sel dengan enzim lisozim, virus melakukan penetrasi pada
sel inang dengan menyuntikkan materi genetik yang terdapat pada asam nukleatnya
kedalam sel.
2.Penyisipan
gen virus
Asam nukleat
dari virus yang telah menembus sitoplasma sel inang kemudian akan menyisip
kedalam asam nukleat sel inang, tahap penyisipan tersebut kemudian akan
membentuk provirus (pada bakteriofage disebut profage). Sebelum terjadi
pembelahan sel, kromosom dan provirus akan bereplikasi.
3.Pembelahan
sel inang
Sel inang
yang telah disisipi kemudian melakukan pembelahan, provirus yang telah
bereplikasi akan diberikan kepada sel anakan dan siklus inipun akan kembali
berulang sehingga sel yang memiliki profage menjadi sangat banyak.
Hubungan
dengan siklus litik
Provirus
yang baru dapat memasuki keadaan Litik dalam kondisi lingkungan yang tepat
tetapi kemungkinannya sangat kecil. Kemungkinan akan bertambah besar apabila
diberi agen penginduksi. Hal ini disebabkan karena sel bakteri atau sel inang
yang lainnya memiliki pertahanan tubuh yang kuat sehingga sulit bagi virus
untuk menghancurkannya lebih cepat.