Total Tayangan Halaman

Minggu, 01 September 2013

apa itu virus ???

Apakah virus itu?

Gambar Struktur Virus



Seringkali kita mendengar banyak orang mengatakan tantang Virus.
Tapi tahukah anda kalau Virus berasal dari kata Latin yang artinya racun?
Nah kita pasti akan bertanya apakah Virus itu makhluk hidup or benda tak hidup?

Mengenai hal ini Ada 3 pendapat tentang Virus yaitu:
1. Pendapat yang mengatakan bahwa virus merupakan makhluk hidup. Karena dapat berepruduksi
2. Pendapat yang mengatakan bahwa virus merupakan benda tak hidup. Karena dapat mengkristal
3. Pendapat yang mengatakan bahwa virus merupakan makhluk peralihan.

 Jika kita membaca keterangan diatas jadi kepingin tahu deh  sebenernya kapan virus pertama kali ditemukan?

Sejarah Penemuan Virus
 D. Iwanowsky (1892) dan M. Beyerinck (1899) adalah ilmuwan yang menemukan virus, sewaktu keduanya meneliti penyakit mozaik daun tembakau.
 Kemudian W.M. Stanley (1935) seorang ilmuwan Amerika berhasil mengkristal- kan virus penyebab penyakit mozaik daun tembakau (virus TVM)

Struktur Tubuh Virus
Tubuh Virus  masih belum dapat dikatakan sebagai sel.
Tubuh Virus tersusun dari selubung (kapsid) berupa protein pada bagian luar dan asam nukleat (ARN & ADN) pada bagian dalamnya. Berdasarkan asam nukleat yang ada pada virus, maka kita mengenal virus dalam dua jenis yaitu:  ADN dan virus ARN. Virus hanya dapat berkembang biak (bereplikasi) pada medium yang hidup (embrio, jaringan hewan, jaringan tumbuhan).
Bahan-bahan yang diperlukan untuk membentuk bagian tubuh virus baru, berasal dari sitoplasma sel yang diinfeksi.
Bagaimana virus berkembang biak?
Virus berkembang biak dengan cara :
- Menempel pada sel inang
- Memasukan DNA ke dalam sel inang
- Mengambil alih sintesa protein
- Merakit tubuh virus yang baru
- Keluar dari tubuh/sel inang.

Klasifikasi Virus
Virus dapat diklasifikasi menurut  tropisme, morfologi, cara penyebaran dan genomik fungsional.

1. Klasifikasi virus berdasarkan morfologi
    Berdasarkan morfologi, virus dibagi berdasarkan jenis asam nukleat dan juga protein membran terluarnya  (envelope) menjadi 4 kelompok, yaitu :
    - Virus DNA
    - Virus RNA
    - Virus berselubung
    - Virus non-selubung

2.  Klasifikasi virus berdasarkan tropisme dan cara penyebaran
   Berdasarkan tropisme dan cara penyebaran, virus dibagi menjadi:
    - Virus Enterik
    - Virus Respirasi
    - Arbovirus
    - Virus onkogenik
    - Hepatitis virus

 3.  Klasifikasi virus berdasarkan genomik fungsional
   Berdasarkan genomik fungsional Virus di klasifikan menjadi 7 kelompok berdasarkan alur fungsi genomnya. Klasifikasi ini disebut juga klasifikasi Baltimore yaitu:
    - Virus Tipe I = DNA Utas Ganda
    - Virus Tipe II = DNA Utas Tunggal
   -  Virus Tipe III = RNA Utas Ganda
    - Virus Tipe IV = RNA Utas Tunggal (+)
    - Virus Tipe V = RNA Utas Tunggal (-)
    - Virus Tipe VI = RNA Utas Tunggal (+) dengan DNA perantara
    - Virus Tipe VII = DNA Utas Ganda dengan RNA perantara

Berikut ini contoh nama nama Virus yang ada :
Rota Virus
-  Virus RNA
-  Virus Retroviridae
-  Orthomoxoviridae
-  Arbovirus
-  Virus DNA
-  Herpesviridae
-  Parvoviridae
-  Poxviridae 







C. CIRI-CIRI VIRUS

Virus mernpunyai ciri-ciri vang tidak dimiliki oleh organisme lain. Virus hanya dapat berkembang biak di sel-sel hidup lain (sifat virus parasit obligat) karenanva, Virus dapat dibiakkan pada telur ayam yang berisi embrio hidup. Untuk bereproduksi virus hanya mernerlukan asam nukleat saja. Ciri lainnya, virus tidak dapat bergerak maupun melakukan aktivitas metabolisme sendiri. Selain itu virus tidak dapat membelah diri. Virus tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi biasa, tetapi dapat dikristalkan.

Struktur Virus

1. virus bersifat aseluler (tidak mempunyai sel)

2. Virus berukuran amat kecil , jauh lebih kecil dari bakteri, yakni berkisar antara 20 mµ - 300mµ (1 mikron = 1000 milimikron). untuk mengamatinya diperlukan mikroskop elektron yang pembesarannya dapat mencapai 50.000 X.

3. Virus hanya memiliki salah satu macam asam nukleat (RNA atau DNA)

4. Virus umumnya berupa semacam hablur (kristal) dan bentuknya sangat bervariasi. Ada yang berbentuk oval , memanjang, silindris, kotak dan kebanyakan berbentuk seperti kecebong dengan "kepala" oval dan "ekor" silindris.

5. Tubuh virus terdiri atas: kepala , kulit (selubung atau kapsid), isi tubuh, dan serabut ekor. Gambar dan Penjelasannya sebagai berikut:





a) Kepala

Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid.

b) Kapsid

Kapsid adalah selubung yang berupa protein, Kapsid terdiri atas bagian - bagian yang disebut kapsomer, misalnya,kapsid pada TMV dapat terdiri atas satu rantai polipeptida yang tersusun atas 2.100 kapsomer. Kapsid juga dapat terdiri dari protein - protein monomer identik, yang masing - masing terdiri dari rantai polipeptida.

c) Isi tubuh

isi tubuh yang kering disebut virion adalah bahan genetik yakni asam nukleat (DNA atau RNA), contohnya sebagai berikut:

1) Virus yang isi tubuhnya RNA dan bentuknya menyerupai kubus antara lain, virus polyomyelitis, virus radang mulut dan kuku, dan virus influenza.

2) Virus yang isi tubuhnya RNA, protein, lipida, dan polisakarida, contohnya para mixovirus.

3) Virus yang isi tubuhnya terdiri atas RNA, protein dan banyak lipida, contohnya virus cacar.

d) Ekor

Ekor virus merupakan alat penancap ketubuh organisme yang diserangnya. Ekor virus terdiri atas tabung bersumbat yang dilengkapi benang / serabut.

pada virus dijumpai asam nukleat yang diselubungi kapsid , disebut nukleokapsid , ada dua macam :

a) Nukleokapsid yang telanjang, misalnya TMV, Adenovirus, dan virus kutil (warzer virus).

b) Nukleokapsid yang diselubungi suatu membran pembungkus, misalnya pada virus influenza dan virus herpes.


E. REPRODUKSI VIRUS

Reproduksi virus secara umum terbagi menjadi 2 yaitu siklus litik dan siklus lisogenik  

Proses-proses pada siklus litik

Siklus litik dianggap sebagai cara reproduksi virus yang utama karena menyangkut penghancuran sel inangnya. Siklus litik, secara umum mempunyai tiga tahap yaitu adsorbsi & penetrasi, replikasi (biosintesis) dan lisis. Setiap siklus litik dalam prosesnya membutuhkan waktu dari 10-60 menit 



Gambar siklus litik (dimulai dari kanan bawah ke kiri):
 1. Adsorbsi & penetrasi

Tahap adsorbsi yaitu penempelan virus pada inang. Virus mempunyai reseptor protein untuk menempel pada inang spesifik

2. Replikasi (biosintesis)

Setelah menempel, virus kemudian  melubangi membran sel inang dengan enzim lisozim. Setelah berlubang, virus akan menyuntikkan DNA virusnya kedalam sitoplasma sel inang untuk selanjutnya bergabung dengan DNA sel inang tersebut..

Molekul-molekul protein (DNA) yang telah terbentuk kemudian diselubungi oleh kapsid, kapsid dibuat dari protein sel inang dan berfungsi untuk memberi bentuk tubuh virus.

3. Lisis
Tahap lisis terjadi ketika virus-virus yang dibuat dalam sel telah matang. Ratusan virus-virus kemudian akan berkumpul pada membran sel dan menyuntikkan enzim lisosom yang menghancurkan membran sel dan menyediakan jalan keluar untuk virus-virus baru. Sel yang membrannya hancur itu akhirnya akan mati dan virus-virus yang bebas akan menginvasi sel-sel lain dan siklus akan berulang kembali.

Proses-proses pada siklus lisogenik
 Tahapan dari siklus hampir sama dengan siklus litik, perbedaannya yaitu sel inangnya tidak hancur (mati) tetapi disisipi oleh asam nukleat dari virus. Tahap penyisipan tersebut kemudian membentuk provirus (dimana materi genetik virus dan sel inang bergabung).
Siklus lisogenik secara umum mempunyai tiga tahap, yaitu adsorpsi dan penetrasi, penyisipan gen virus dan pembelahan sel inang.

 Tahap siklus

 1.Adsorpsi dan penetrasi
Virus menempel pada permukaan sel inang dengan reseptor protein yang spesifik lalu menghancurkan membran sel dengan enzim lisozim, virus melakukan penetrasi pada sel inang dengan menyuntikkan materi genetik yang terdapat pada asam nukleatnya kedalam sel.

2.Penyisipan gen virus
Asam nukleat dari virus yang telah menembus sitoplasma sel inang kemudian akan menyisip kedalam asam nukleat sel inang, tahap penyisipan tersebut kemudian akan membentuk provirus (pada bakteriofage disebut profage). Sebelum terjadi pembelahan sel, kromosom dan provirus akan bereplikasi.

3.Pembelahan sel inang
Sel inang yang telah disisipi kemudian melakukan pembelahan, provirus yang telah bereplikasi akan diberikan kepada sel anakan dan siklus inipun akan kembali berulang sehingga sel yang memiliki profage menjadi sangat banyak.

Hubungan dengan siklus litik
Provirus yang baru dapat memasuki keadaan Litik dalam kondisi lingkungan yang tepat tetapi kemungkinannya sangat kecil. Kemungkinan akan bertambah besar apabila diberi agen penginduksi. Hal ini disebabkan karena sel bakteri atau sel inang yang lainnya memiliki pertahanan tubuh yang kuat sehingga sulit bagi virus untuk menghancurkannya lebih cepat.
 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar